Cara Mencairkan BPUM lewat Bank BRI, BNI, dan Kantor POS Terbaru Tahun 2022

BPUM merupakan singkatan dari Bantuan Produktif Usaha Mikro atau yang juga sering dikenal dengan sebutan BLT UMKM.  BLT UMKM adalah salah satu program yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat Indonesia. Bantuan ini berupa uang tunai yang bernilai 1,2 juta rupiah untuk tiap usaha yang dimiliki oleh masyarakat. Simak pembahasan berikut untuk mengetahui cara cairkan BPUM.

Apa itu Bantuan BPUM?

Sebelum mengetahui cara untuk mencairkan BPUM, bagi Anda yang masih asing dengan program satu ini dapat menyimak pembahasan berikut mengenai Apa itu BPUM? 

Program BPUM atau BLT UMKM adalah salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk membantu mendorong ekonomi Indonesia sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap rakyat khususnya di masa pandemi yang telah berlangsung tiga tahun belakangan ini. Menurut data, total penerima bantuan BPUM mencapai 12,8 juta pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM atau usaha mikro merupakan usaha milik perseorangan atau badan usaha perorangan yang produktif dan memenuhi kriteria yang ditulis oleh Undang-Undang. Keberadaan UMKM ini memiliki peranan yang sangat penting bagi perkembangan laju ekonomi ekonomi di masyarakat sejak krisis moneter pada tahun 1998. Sebuah usaha dapat disebut UMKM apabila memenuhi beberapa kriteria tertentu guna mendapatkan izin usaha.

Sebuah usaha dapat dikatakan sebagai usaha mikro apabila memiliki kekayaan bersih di bawah Rp50 juta per bulan di luar bangunan dan tempat usaha. Ciri-ciri dari usaha mikro ini adalah jenis barang yang dijual tidak selalu sama, tempat usaha tidak menetap, dan belum pernah melakukan dalam hal administrasi keuangan.

Sedangkan usaha kecil adalah usaha yang dikelola oleh perorangan atau tidak melalui badan usaha dengan kriteria memiliki kekayaan bersih di bawah Rp300 juta per tahun. Beberapa ciri-ciri usaha kecil ialah tidak memiliki sistem pembukuan, tidak terlibat dalam aktivitas kegiatan ekspor atau impor, dan modal yang dimiliki jumlahnya sangat terbatas.

Sementara untuk kategori usaha menengah, dapat dikatakan usaha menengah apabila keuntungan bersihnya tidak lebih dari Rp 500 juta per bulan di luar kekayaan tanah dan bangunan dengan ciri-ciri telah memiliki manajemen usaha yang modern, pernah melakukan administrasi keuangan, dan memberikan jaminan sosial kepada para pekerja.

Syarat untuk Memperoleh Bantuan BPUM

Bagi Anda yang telah memiliki suatu usaha namun belum memperoleh bantuan UMKM kiranya dapat mengetahui terlebih dahulu persyaratan apa saja yang harus Anda penuhi, diantaranya sebagai berikut:

  1. Anda selaku pemilik UMKM adalah warga negara Indonesia atau WNI, bukan warga negara asing
  2. Kewarganegaraan Anda dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pastikan Anda telah memiliki usaha baik menengah, kecil, ataupun mikro.
  3. Pelaku UMKM bukan merupakan anggota POLRI, TNI, juga bukan merupakan ASN (Aparatur Sipil Negara), serta bukan karyawan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
  4. Usaha yang Anda jalankan tidak sedang mendapatkan kredit atau didanai oleh KUR (Kredit Usaha Rakyat) atau mendapat pinjaman usaha dari bank manapun.
  5. Jika alamat KTP pemilik UMKM berbeda dari lokasi usaha, maka Anda harus mempersiapkan SKU (Surat Keterangan Usaha) yang diterbitkan oleh pihak berwajib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.