Anime  

Anime Expo 2022: Studio Kai Adakan Sesi Tanya Jawab Futo Detective

Studio animasi Jepang, Studio KAI, ikut serta daalam ajang Anime Expo dan memulai panel pertama mereka. Studio muda ini baru saja merayakan hari jadinya yang ketiga, dan para staf sangat antusias untuk membagikan kabar proyek baru mereka, Futo Detective. Mereka tidak menyangka akan melihat begitu banyak orang di panel mereka dan meminta konfirmasi apakah penonton berada di tempat yang tepat. Melalui sedikit trial and error, para panelis menemukan bahwa sebagian besar orang di ruangan itu adalah penggemar berat Kamen Rider dan berada di tempat yang tepat untuk Futo Detective. Dengan mengacungkan tangan, sekitar 60-70% ruangan telah menyaksikan Kamen Rider.

Tanpa ragu, para panelis memulai presentasi anime yang baru saja mereka kerjakan: Uma Musume Pretty Derby Season 2, The Prince of Tennis II: U-17 World Cup, dan Shine Post. Sampai ke menu utama panel, mereka kemudian menunjukkan trailer terbaru untuk anime FUUTO PI dan mengkonfirmasi siaran perdana pada 1 Agustus di TV dan Crunchyroll (Muse Communication menayangkan untuk wilayah Asia). Sutradara serial Yosuke Kabashima, yang sebelumnya bekerja di Uma Musume dan Accel World, dan produser Daisuke Furuya bergabung ke atas panggung panel.

Dengan asumsi sebagian besar panel tidak hanya dipenuhi oleh para penggemar tokusatsu, Studio KAI menyiapkan video pendek tentang warisan mangaka Shotaro Ishinomori dan sejarah di balik Kamen Rider. Mulai dari sejarah manga hingga live action, informasi tersebut menunjukkan sejarah Kamen Rider yang mengarah keFuto Detective. Kamen Rider W adalah awal dari dua orang yang berbagi satu identitas Kamen Rider, terkadang dengan efek lucu: salah satu dari keduanya akan terserap saat mereka berubah menjadi Kamen Rider.

Pindah ke cuplikan di balik layar pembuatan Futo Detective, sutradara Kabashima menjelaskan alur cerita pada manga tersebut terjadi setelah serial TV Kamen Rider W. Meskipun anime adalah media yang berbeda, dia ingin orang-orang merasa seperti sedang menonton Kamen Rider W. Video tersebut menampilkan anggota staf lainnya, termasuk desainer karakter. Mengenai desain karakter, dia berjuang untuk mendapatkan siluet yang tepat. Mereka harus mengubah proporsi, sehingga kepala lebih kecil dibandingkan dengan tubuh. Karena skema warna karakternya unik, desainer warna—Sayoko Yokoyama—memastikan bahwa warna tidak terlalu menonjol selama adegan malam hari hingga warna malam yang pekat. Dia ditantang dengan tugas untuk membuat enam warna bekerja sama dengan baik.

Kabashima menambahkan bahwa perbedaan antara live action dan animasi adalah bahwa dalam live action, pengambilan satu adegan tidak mungkin dilakukan dengan set karena tidak ada apa-apa di sisi lain. Namun, itu adalah elemen yang ingin dia lakukan di anime. Ia menugaskan stafnya untuk bisa mendesain setting yang bisa membuat penonton masuk, keluar, dan berkeliling.

Kemudian, kedua pengisi suara karakter berbagi pemikiran mereka tentang Shotaro Hidari dan Raito “Philip” Sonozaki. Yoshimasa Hosoya menginterpetasikan Shotaro sebagai detektif yang hard boiled. Philip adalah mitra Shotaro dan dia adalah pendukung Shotaro sebagai individu yang berkepala dingin dan sangat suka terhadap riset. Namun, Kouki Uchiyama menyatakan bahwa Philip menjadi keras kepala ketika dia menemukan sesuatu yang dia minati. Dia kehilangan ketenangannya dan menjadi bersemangat pada saat itu. Saat menyuarakan Shotaro, Hosoya tidak membiarkan kondisi mentalnya terlalu membebani. Jika tidak, kalimat kasualnya akan terdengar terlalu berat. Uchiyama menyatakan bahwa penonton dapat menonton Futo Detective sebagai cerita Kamen Rider atau hanya sebagai cerita misteri.

Sesi Tanya Jawab

Setelah video spesial selesai, mereka melakukan sesi tanya jawab dengan panelis. Para penonton dipersilakan untuk mengajukan beberapa pertanyaan.

Bisakah Anda menjelaskan bagaimana Studio KAI memutuskan untuk mengambil seri baru ini?

Daisuke Furuya: Saya ingin menyebutkan sesuatu. Anda baru saja menonton pembuatan Futo Detective, tetapi ini adalah pertama kalinya kami menunjukkan visual anime ini. Saya kenal produser Kamen Rider versi live action. Serial ini dimulai dari sebuah manga yang bagus, dan saya memutuskan berbicara dengan Toei (produser Kamen Rider) untuk meyakinkan mereka agar bisa mengadaptasinya menjadi serial anime. Kami membahas ini pada tahun 2019 ketika kami memulai Studio KAI, dan berjanji bahwa kami akan mengumpulkan staf terbaik untuk pertunjukan tersebut. Saya meminta Kabashima agar menyusun beberapa visual untuk Futo Detective dan saya menunjukkannya kepada Toei, yang ternyata menyukainya.

Apa kesan Anda, sutradara Yosuke Kabashima, ketika Anda diberitahu itu sedang dibuat menjadi anime?

Yosuke Kabashima: Awalnya, saya adalah penggemar berat Kamen Rider sejak saya masih muda. Sebagai seorang animator, dalam 20 tahun, saya telah mengalami banyak hal di industri ini. Selama masa-masa penuh gejolak itu, yang membantu saya adalah Kamen Rider. Sepanjang hidup saya, saya selalu ingin mengembalikan hutang kepada seri Kamen Rider. Jadi, ketika saya mendengar rencana untuk seri baru ini (anime), saya pikir saya harus menjadi satu-satunya dan hanya saya yang bisa melakukannya.

Apa artinya “Futo”?

Daisuke Furuya: Di Kamen Rider W, Futo adalah kota tempat tinggal Philip dan Shotaro. Ketika seri ini dibuat menjadi manga, kami tahu kami akan menjangkau khalayak luas, jadi kami tidak menggunakan judul Kamen Rider. Kami ingin menjangkau banyak pemirsa dan memutuskan untuk tidak menggunakan nama franchise (Kamen Rider).

Bisakah Anda menjelaskan tantangan yang Anda hadapi dan apa yang Anda nikmati dalam serial ini, dan apa yang harus diingat penonton saat menonton?

Yosuke Kabashima: Kami memang memiliki banyak tantangan, tetapi lebih dari itu, kami bersenang-senang. Hanya dengan bisa menggambar Kamen Rider setiap hari adalah kebahagiaan tersendiri.

Daisuke Furuya; Beberapa penggemar mungkin telah melihat live action Kamen Rider dan ada banyak adegan yang Anda sukai dari seri itu. Ketika kami membuat anime ini, kami ingin mengingatnya dan mewujudkan adegan tersebut dalam adegan animasi. Bagi yang suka nonton Kamen Rider W pasti mengenal anime ini sebagai Kamen Rider W.

Bagian terakhir dari panel membuat Kabashima menggambar langsung Kamen Rider W setelah penonton memilih antara Shotaro, Philippe, dan Kamen Rider. Karena waktu yang terbatas, Kabashima sudah menyiapkan sketsa garis Kamen Rider. Saat Q&A audiens hampir berakhir, para panelis mengumumkan satu pemenang yang beruntung akan dipilih untuk menerima sketsa yang telah selesai setelah panel melalui undian Twitter.


Sketsa yang digambar Kabashima

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

Sumber: Animenewsnetwork, Twitter Studio Kai 

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @ponpo
Twitter: @ponpo
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.